Tanya Jawab Tentang Kebid’ahan Tahlilan

Di sini saya juga ingin mengetengahkan sebuah interaksi tanya jawab antara penanya dan penjawab seorang pemilik blog mengenai kebid’ahan tahlilan. Dan saya anggap alasan dan penjelasannya sangat bagus dan membuat kita makin melek agama Islam.

Berikut tanya jawabnya:

Komentar dari Sdr. Nikmah Januari 19, 2011 pada 5:48 am

assalamualaikum ustadz,

Mohon penjelasan mengenai tahlil, apa betul itu bid’ah?
saya sendiri menjalankan, tapi dari sisi lain bid’ah yang katanya menyesatkan?

Wassalaam

Penjelasan Sdr Dzikrulhakim February 21, 2011 pada  11:12 am

Wa’alakum salam, permasalahan ini adalah klasik, bermulai dr tahlil dan segala macam yg ada, sehingga memerlukan keilmuan yg tinggi dalam pemahaman yg diperlukan

Tahlil adalah membaca LAAILAAHAILLALLOOH, kalimat thoyyibah tersebut sangatlah di anjurkan membacanya, dikarenakan dihadist Rosululloh disebutlkan AFDOLUDZ DZIKRI LAAILAHAILLALLOH WA AFDHOLUD DHU’A ALHAMDULILLAH, melihat hadist itu maka sangat besar sekali faidahnya baik didunia dan akhirat

Pembahasan seperti ini ada dua sisi antara tahlil membaca kalimat thoyyibah, dan tahlil pengajian untuk ihsan kpd org yg meninggal,
Menurut saya tahlil tidak tergolong bid’ah, dikarenakan didalam rangkaian dan ritual agamannya menggunakan alqur’an, sedangkan dalam setiap lantunan ayat suci alquran terdapat kebaikan dunia dan akhirat,

Tahlil bagi org yg meninggal adalah sebagai rasa bakti ahli keluarga yg membuat ihsan kpd sanak keluarganya yg meninggal,

Memang betul org yg telah meninggal terputus amalnya, tetapi pengertian ini hanya bagi org yg meninggal saja yg telah putus amalnya, nah bagi kita yg hidup ada kewajiban yg harus dilaksanakan untuk mendo’akan sanak keluarga yg telah meninggal, dalam kata lain adalah IHSAN, hubungan kita dengan keluarga yg telah meninggal tidak lah putus, yg putus itu adalah amal,ibadah,rezeki,perbuatannya org yg telah meninggal

Coba cermati hadist ini

Akan keluar suatu kaum diakhir zaman,orang2 muda brfaham jelek. Mreka byk mngucapkn prkataan khoiril bariyyah(firman2 Alloh/Hadits Rosul).Namun Iman mreka tdk mlampaui krongkongan mreka. Mreka kluar dr agama sprti mluncurnya anak panah dr busurnya(diantaranya krn doktrin takfir pd orang lain/fitnah bid’ah). Kalau orang2 ini brjumpa dgmu,mk lawanlah mreka(dg ilmu Aqidah yg bnr).(HR.Imam Bukhori.Fathul Bari XV, hal 315)

Sumber: http://dzikrulhakim.wordpress.com/2010/05/29/sejarah-dan-keutamaan-sholawat-nariyah/

//

7 Responses

  1. benar sekali bahwa untuk menjawab pertanyaan tersebut si penjawab harus belajar dari banyak sumber. . .
    jika kita berpegang pada hadits nabi SAW .” segala sesuatu yang baru adalah bid’ah, dan bid’ah itu adalah sesat, maka kita akan dapat mengambil satu kesimpulan bahwa yang dimaksud sesuatu yang baru tersebut adalah sesuatu dalam bentuk ibadah, bukan dalam bentuk keduniawian.

    “sebaik baik dzikir adalah kalimat ‘Lailahaillallah’…..kalimat ini berbeda jauh dengan yang sering kita jumpai dimana “tahlil” disusun sedemikian rupa dengan kalimat yang tersusun panjang yang kemudian terkenal dengan sebutan “tahlilan”.

    Kenapa tahlilan dianggap sebagai salah satu Bid’ah?
    karena para alim ulama tidak pernah mendapatkan dalil yang benar – benar bisa dipercaya bahwa semasa hidupnya Nabi SAW pernah melakukan ‘tahlilan’..sehingga jelas bahwa ‘tahlilan’ tidak pernah dicontohkan oleh beliau.
    kita menganggap bahwa ‘tahlilan’ merupakan suatu bentuk ibadah .,padahal bentuk dan tata cara ibadah yang benar sudah ditentukan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah ..,……………………………oleh karena ‘Tahlilan’ seperti yang banyak kita jumpai selama ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi SAW, maka dapat disimpulkan bahwa ‘Tahlilan’ adalah suatu bentuk ibadah yang baru (Bid’ah)
    Nabi berkata” Man amila amalan laisa alaihi amruna fahuwaroddun” ( barang siapa beribadah tidak menurut yang aku contohkan, maka ditolak) ………Astaghfirullah

  2. Asskum .Yasinan tahlilan kirim pahala dll kalo ana condong kepada kirim2 dosa pada pir’aun kira2 nyampe ga ya ? Logikanya kalo krim phala nyampe knapa enga dengan kirim dosa sebab ana sring denger yg nyebut pir’aun lanatulloh nah bagai mana klo kita ikut melanat dngan krim dosa mabuk jina dll kepada pir’aun .
    Kalo nyampe kacau dunia ini tentu banyak pemabok pejina dll. Juga krim yasin dll klo memang nyampe knapa hrus 1,2,3, hari dan strusny knapa enga tiap malam dilakukan. Mhon jawabanya.wassalam

    • Maaf, saya tidak dapat menjelaskannya, harap kunjungi dantujukan pertanyaan Anda ke link sumber yang ada di artikel. Saya hanya mengutipnya dari sana. Terima kasih.

    • kalau melakanat fir’aun boleh saja sebab fir’aun salah satu makhluk yang dibenci Allah jgnkan untuk fir’aun untuk setan aja boleh kita mengutuknya,tetapi kalau kita megirimkan dosa untuk fir’aun tentu tidak akan sampai sebab ada kita telah diajarkan oleh Allah yang artinya Apa-apa yang mengenai dirimu daripada kebaikan,maka itu daripada Allah,dan apa-apa yang mengenai dirimu daripada kejahatan maka dari dirimu sendiri, jadi maksudnya kalau do’a,sedekah,atau kebaikan yang pahalanya ditujukan untuk org yg sudah mati insya Allah sampai pahalanya bagi si mati tetapi andaikan yang diniatkan dosa yg dikirimkan untuk yang mati walau fir’aun sekalipun tidak akan sampai sebab dosa adalah tanggung jawab masing2 yg pertanggung jawabannya akan di minta di akhirat, dan untuk masalah sampainya do’a untuk org yg sudah mati silahkan anda cari kitab fathul mu’in yg pada hamisy i’antuthalibin juz III halaman 218-219 dijelaskan soal itu,mohon maaf sebelumnya

      • Koreksi: Firaun itu adalah sebutan “Raja” Mesir, setiap Firaun memiliki nama. Firaun jaman Nabi Musa AS bernama Ramses. Jadi tidak semua firaun seperti Ramses

  3. sy suka membaca sejarah apa saja, termasuk sejarah kehidupan Rosululloh SAW. Beliau memiliki 6 anak. Pertama laki2 bernama Qosim (meninggal sewaktu masih kecil), yang empat orang perempuan, termasuk Fatimah dan yg terakhir Ibramim (meninggal sewaktu masih kecil).
    Ketika Nabi masih hidup, putra-putri beliau yg meninggal tidak satupun di TAHLILI, kl di do’akan sudah pasti, karena mendo’akan orang tua, mendo’akan anak, mendo’akan sesama muslim amalan yg sangat mulia.

    Ketika NABI wafat, tdk satu sahabatpun yg TAHLILAN untuk NABI,
    padahal ABU BAKAR adalah mertua NABI,
    UMAR bin KHOTOB mertua NABI,
    UTSMAN bin AFFAN menantu NABI 2 kali malahan,
    ALI bin ABI THOLIB menantu NABI.
    Apakah para sahabat BODOH….,
    Apakah para sahabat menganggap NABI hewan…. (menurut kalimat sdr sebelah)
    Apakah Utsman menantu yg durhaka.., mertua meninggal gk di TAHLIL kan…
    Apakah Ali bin Abi Tholib durhaka.., mertua meninggal gk di TAHLIL kan….
    Apakah mereka LUPA ada amalan yg sangat baik, yaitu TAHLIL an koq NABI wafat tdk di TAHLIL i..

    Saudaraku semua…, sesama MUSLIM…
    saya dulu suka TAHLIL an, tetapi sekarang tdk pernah sy lakukan. Tetapi sy tdk pernah mengatakan mereka yg tahlilan berati begini.. begitu dll. Para tetangga awalnya kaget, beberapa dr mereka berkata:” sak niki koq mboten nate ngrawuhi TAHLILAN Gus..”
    sy jawab dengan baik:”Kanjeng Nabi soho putro putrinipun sedo nggih mboten di TAHLILI, tapi di dongak ne, pas bar sholat, pas nganggur leyeh2, lan sakben wedal sak saget e…? Jenengan Tahlilan monggo…, sing penting ikhlas.., pun ngarep2 daharan e…”
    mereka menjawab: “nggih Gus…”.

    sy pernah bincang-bincang dg kyai di kampung saya, sy tanya, apa sebenarnya hukum TAHLIL an..?
    Dia jawab Sunnah.., tdk wajib.
    sy tanya lagi, apakah sdh pernah disampaikan kepada msyarakat, bahwa TAHLILAN sunnah, tdk wajib…??
    dia jawab gk berani menyampaikan…, takut timbul masalah…
    setelah bincang2 lama, sy katakan.., Jenengan tetap TAHLIl an silahkan, tp cobak saja disampaikan hukum asli TAHLIL an…, sehingga nanti kita di akhirat tdk dianggap menyembunyikan ILMU, karena takut kehilangan anggota.., wibawa dll.

    Untuk para Kyai…, sy yg miskin ilmu ini, berharap besar pada Jenengan semua…., TAHLIL an silahkan kl menurut Jenengan itu baik, tp sholat santri harus dinomor satukan..
    sy sering kunjung2 ke MASJID yg ada pondoknya. tentu sebagai musafir saja, rata2 sholat jama’ah nya menyedihkan.
    shaf nya gk rapat, antar jama’ah berjauhan, dan Imam rata2 gk peduli.
    selama sy kunjung2 ke Masjid2 yg ada pondoknya, Imam datang langsung Takbir, gk peduli tentang shaf…

    Untuk saudara2 salafi…, jangan terlalu keras dalam berpendapat…
    dari kenyataan yg sy liat, saudara2 salfi memang lebih konsisten.., terutama dalam sholat.., wabil khusus sholat jama’ah…
    tapi bukan berati kita meremehkan yg lain.., kita do’akan saja yg baik…
    siapa tau Alloh SWT memahamkan sudara2 kita kepada sunnah shahihah dengan lantaran Do’a kita….

    demikian uneg2 saya, mohon maaf kl ada yg tdk berkenan…
    semoga Alloh membawa Ummat Islam ini kembali ke jaman kejayaan Islam di jaman Nabi…, jaman Sahabat.., Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in
    Amin ya Robbal Alamin

  4. monggo keyakinan masing2…beberapa hal yg perlu disamakan persepsi
    1.syarat IBADAH diterima : IKHLAS & DICONTOHKAN ROSULULLOH
    2.bid’ah yg ditolak dlm hal IBADAH…selain itu monggo selama tdk menyalahi allah & rosulnya
    analogi sederhana
    1. sholat itu dicontohkan & diperintahkan….BETULLLL?
    2. kalo sholat subuh 4 rekaat bgmn?kan bgmn SHOLATnya di perintahkan dan dicontohkan rosululloh…..HANYA saja YG DICONTOHKAN 2 rekaat
    monggo dipun penggalih….
    mendo’akan orang lain monggo pake analogi yg tepat….cb cek
    1.asbabunnuzul ttg rosululloh mendo’akan ibunya bolehkah?
    2.riwayat menghajikan…menshodaqohkan…yg melakukan siapa dan untuk siapa?apakah ada riwayat (hadits shahih) ttg seseorang yg menghajikan menshodaqohkan orang lain (selain orang tua)?
    maaf sekedar share az bukan untuk menghukumi … krn maqom saya hanya ‘pengikut’ bukan ‘ulama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: