Surat Keluhan Untuk Kepolisian, Dinas Perhubungan, Menteri Dalam Negeri, Pemda Tangerang dan KPK

Ciledug oh Ciledug…

Ini adalah sebuah curahan/keluhan dari salah satu warga negara RI yang telah letih dan tidak tahu lagi ke mana harus mengadu…yang  hanya bisa diperbuat  adalah terpaksa menelan segala problematikanya sendiri…

Masalah ini telah lama… lama sekali berlangsung, yang pasti semenjak saya tinggal/menetap di sekitar Ciledug Tangerang kira kira pada tahun 1995 sampai sekarang.  Memang ada perubahan, namun tidak berlangsung lama.

Masalah yang sangat mendasar adalah kemacetan lalu lintas yang tiada kunjung henti.  Biarpun Pemda telah memindahkan terminal Ciledug dan pasar Ciledug ke lokasi lain.  Tapi entah kenapa lokasi terminal dan pasar kembali ke lokasi awal dan sudah tentu lebih memperpadat lalu lintas di sana.

Untuk mengatasi kemacetan/kepadatan lalulintas di perempatan Ciledug memang telah dibangun underpass yang melintasi Jl. Cileduk Raya menuju Cipondoh dan saya ucapkan terima kasih tapi ya.. tetap saja kemacetan tidak berkurang apa lagi selepas dari underpass menuju kebayoran lama atau sebaliknya menuju pasar bengkok.  Kerap sekali terjadi kemacetan.

Menurut saya pihak yang bertanggung jawab mengenai kesemrawutan ini adalah pihak yang terkait dalam urusan ini (Pemda setempat, Dinas Perhubungan dan Kepolisian dll).

Menurut pengamatan saya terhadap kesemrawutan lokasi tersebut adalah berawal dari  selepas underpas ke arah kebayoran lama, tepatnya di depan Plasa Baru Ciledug dan Ciledug Bisnis Distric (CBD).

Kesemrawutan diawali dari pagi hari sampai dengan malam hari, banyak angkutan umum yang berhenti untuk menaikkan penumpangnya. Semua trayek bertumpuk di sana walaupun sudah ada rambu rambu yang mengatur mereka seperti jurusan yang dari arah Cipondoh Tangerang dilarang melintas di depan CBD atau Plasa Baru Cliedug bahkan pada kenyataanya mereka melintasinya dan berputar di pertigaan Jl. Haji Mencong.  Begitu pula trayek angkutan yang datang dari arah kebayoran lama harus berbelok ke Jl. Haji Mencong menuju terminal yang baru, tapi pada kenyataanya tidak sama sekali dipatuhi.  Ditambah lagi dengan kehadiran ojeg yang siap memburu penumpang yang turun dari angkutan umum tersebut.

Di sini timbul pertanyaan kenapa mereka itu enggan menuju terminal yang telah di bangun? Dan mengapa pihak terkait tidak menindak tegas mereka?

Selidik punya selidik bahwa terminal yang baru tersebut sudah tidak dapat (tidak layak) digunakan sebagai terminal bahkan kondisi saat ini sudah hancur.

Saya sebagai warga merasa heran, heran sekali melihat kondisi terminal tersebut, padahal terminal itu tentunya dibangun dengan dana yang cukup besar tapi mengapa sekarang hancur, baik bangunan dan jalan yang ada di dalamnya.  Mungkin ada baiknya KPK harus turun tangan juga untuk  menyelidikinya.

Walaupun semua angkutan umum yang tidak masuk atau ke arah terminal  tetap saja mereka dipungut retribusi.  Pemungutan retribusi tersebut dilakukan persis dibawah papan iklan yang besar yang terpampang dari sisi kanan jalan ke sisi kiri jalan.  Mereka yang memungut retribusi itu memang memakai seragam dari dinas perhubungan lengkap dengan atributnya dan itu telah berlangsung lama.  Disini juga timbul pertanyaan untuk apa uang pungutan tersebut?  Apakah untuk membenahi terminal yang telah hancur  atau akan digunakan untuk hal lain atau masuk kantong sendiri? (siapa yang tahu?).

Kesemrawutan di Ciledug ini menurut saya sudah kronis, karena hal ini sudah berlangsung sangat lama.  Hali ini terlihat dari tidak adanya penertiban  ataupun tindakan tegas yang konsisten dari berbagai pihak terkait seperti yang telah saya sebutkan di atas.  Kalau saja penertiban dan tindakan tegas ini dilakukan secara konsisten, kesemrawutan ini tidak akan terjadi.

Memang sih sesekali saya temui adanya penertiban kaki lima yang dilakukan oleh Satpol PP setempat dan pengaturan lalu lintas oleh Kepolisian setempat serta penertiban dari Dinas Perhubungan, namun hal tersebut tidak dilakukan dengan konsisten.

Dan menurut saya pihak terkait harus mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk pelanggaran-pelanggaran misalnya, angkutan umum yang menaik/turunkan penumpang yang berada dalam zona pelarangan dan para pengendara sepeda motor yang melintas yang tidak menggunakan helm harus di TILANG.

Saya menulis surat ini adalah dengan tujuan agar para pengguna jalan mendapatkan kenyamanan, ketertiban, keindahan dan keselarasan.  Dan tidak untuk memojokkan seseorang atau badan atau organisasi pemerintah dll.

Semoga semua masalah ini dapat terselesaikan dengan cepat…..tolong di bantu…

Mudah mudahan Tahun 2010 menjadi tahun yang lebih baik bagi kita semua…Amin.

One Response

  1. Nice blog my friend…
    please visit my blog Bolehngeblog see you…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: