Bagaimana Orang Mukmin Bersikap Bila Musibah Datang

BAGAIMANA ORANG MUKMIN BERSIKAP BILA MUSIBAH DATANG

Ketahuilah bahwa musibah datang merupakan ujian bagi hamba, untuk dilihat mana yang benar imannya dan mana yang dusta.

Apa yang mesti dilakukan oleh orang yang beriman jika musibah datang?

1. Meyakini bahwa semua musibah datangnya dari Allah

Prinsip ini harus kita pegang, agar kita tetap istiqomah

Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS Al Hadid: 22)

2. Menyadari kesalahan kita bila musibah itu datang karena dosa kita.

Ini adab kita di hadapan Allah, sekalipun semua musibah dari Allah, agar kita tidak menyalahkan Allah tetapi menyalahkan diri sendiri.

Keduanya berkata, ”Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS Al A’rof: 23)

Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi mereka lah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS Hud: 101)

3. Mengatakan dari Allah bila cobaan datang berupa kebaikan

Prinsip ini harus kita pegang, agar kita tidak sombong sekalipun kita yang berbuat, karena mustahil kita memperoleh kebaikan tanpa kehendak dari Allah.

”Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah lah yang membunuh mereka, dan bukanlah kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar. (QS Al Anfal: 17)

4. Berfikir, mengapa musibah tiba?

Karena dengan berfikir demikian kita menjadi orang yang selalu ingat dan takut kepada Allah.

Katakanlah, ”Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu. (QS Al An’am: 11)

5. Berlindung kepada Allah dari kejahatan musibah

Mengapa demikian? Karena kita tidak mampu menolak musibah, musibah pasti ada, tetapi kita berlindung kepada Allah dari kejelekan akibat musibah. Adapun dalilnya surat Al Falaq, An Nas dan surat lainnya.

6. Bertawakal kepada Allah

Bertawakal maksudnya menjadikan Allah sebagai penolong kita dari semua urusan.

Katakanlah, ”Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal. (QS At Taubah: 31)

7. Bersabar atas ujian Allah

Bila kita mendapatkan ujian berupa kesengsaraan, hendaknya bersabar dan meningkatkan harapan kita kepada Allah. Tetapi bila ujian itu berupa kesenangan, hendaknya kita bersyukur dan meningkatkan takut kepada Allah, agar kita tetap waspada dan istiqomah.

Shuheb berkata, ”Rasulullah bersabda, sangat menakjubkan perkara orang mukmin, semua perkaranya baik. Tidaklah dimilikinya sifat ini melainkan oleh orang mukminin, jika dia ditimpa kesenangan dia bersyukur, maka itu baik bagi ia, dan bila ditimpa kesengsaraaan dia bersabar, maka itu baik bagi dia. (HR Muslim:5318)

8. Berbaik sangka kepada Allah

Tidaklah Allah menguji orang mukmin melainkan karena Dia menyenanginya dan karena untuk kebaikan mereka di dunia dan di akhirat.

Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya besarnya pahala diukur dengan besarnya ujian, dan bila Allah suka kepada kaum, maka mereka diuji. Jika mereka ridho maka Allah ridho dan bila dia marah, Allah pun akan marah kepadanya. (HR. Tirmidzi 2320 dishohihkan oleh Al Albani, Lihat silsilah As Shahihah: 146)

9. Tidak putus asa tapi berharap rahmat-Nya

Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah, Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS. Yusuf: 67)

Syaikh Abdur Rahman bin Hasan berkata, ”Berharap pengampunan dari Allah tapi tetap berbuat jahat dan tidak mau taat, ini adalah penipuan setan agar manusia takut tetapi tidak mau berusaha untuk menyelamtkan dirinya dari siksaan. Berbeda dengan orang mukmin, mereka berupaya untuk mengamalkan amalan shalih karena takut siksaan Allah dan karena berharap maghfiroh dan rahmatNya. (Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid 2/598)

dikutip dari:

http://www.wahdah.or.id

One Response

  1. terima kasih infonya…artikel yg bagus.
    http://kafebuku.com/bila-aku-sakit/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: